Klik Survey Semua Alumni Estib

12/21/2015

Prosesi Wisata Monas-Estib-SMPN 3 Bayat Klaten Jateng


PROSESI WISATA MONAS
MONAS (Monumen Nasioal) menjadi ikon nasioanal bahkan termasyur di seluruh dunia. Monas dibangun sejak tahun tanggal 17 Agustus1961 selesai tahun 1967 , tinggi monument 132 Meter dengan menghabiskan dana 7 milyar yang dihimpun dari para donator dan dibuka untuk umum 12 Juli 1965. Orang yang ditunjuk sebagai arsitek yakni Frederich Silaban. Tujuan pembangunan ini utnuk mengenang para pahlawan kemerdekaan dari  Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda.

Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

SMPN 3 Bayat Klaten, Jateng melaksanakan study wisata  ke Monas Sabtu, 19 Desember 2015. dalam mengunjungi Monas ada kendala kendala karena biasanya gerbang dibuka pukul 08.00 Wib, tetapi karena di monas ada gelar upacara militer yang dihadiri Wakil Presiden Yusuf Kalla. Akhirnya gerbang dibuka pukul 09.45. Wib. Sehingga terjadi penumpukan wisatawan di gerbang utama di depan lorong Monas.

Dalam prosesi menuju Monas. Estib Post mengabadikan dalam bentuk video untuk bisa dipelajarai bagi wisatawan yang belum pernah ke Monas. Video ini dibuat oleh Jurnalis SMPN 3 Bayat , Klaten, Jateng sebagi bahan laporan dan bisa dipakai untuk pembelajaran siswa. Agar wisatawan bisa mengunjungi obyek-obyek yang ada didalam Monas, maka sebelumnya diharapkan mempelajari video ini agar bisa berwisata dengan nyaman dan bermanfaat serta tidak tersesat.



PROSESI WISATA LUBANG BUAYA

Lubang Buaya adalah sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September pada 30 September 1965. Secara spesifik, sumur Lubang Buaya terletak di Kelurahan Lubang Buaya di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Lubang Buaya pada terjadinya G30S saat itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Saat ini di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum diorama, sumur tempat para korban dibuang, serta sebuah ruangan berisi relik.
Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan bahwa ada buaya-buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan itu. Selain itu juga terdapat rumah yang di dalamnya ketujuh pahlawan revolusi disiksa dan dibunuh. Terdapat mobil yang digunakan untuk mengangkut orang-orang.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten)









0 komentar:

Posting Komentar

Komentarlah sebagai tanda persahabatan.

 

Dra. Endang Sudarsih

Dra. Endang Sudarsih
Kepala Sekolah 2016 - ...

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.
Kepala Sekolah 2009-2012

Drs. Suramlan

Drs. Suramlan
Kepala Sekolah 2003-2009

Drs. Wiyono

Drs. Wiyono
Kepala Sekolah 2012 - 2015

H. Subiman, S.Pd.

H. Subiman, S.Pd.
Wakil Kepala Kurikulum

Agus Tri Purwanto, S.Pd.

Agus Tri Purwanto, S.Pd.
Kepala Sekolah 2015-2016