Klik Survey Semua Alumni Estib

4/28/2010

10 Sekolah di JAWA TENGAH Tak Lulus 100 Persen


Suara Merdeka
28 April 2010

JAKARTA - Sebanyak 267 (1,62%) dari 16.467 SMA/MA memiliki tingkat kelulusan 0% dalam Ujian Nasional (UN) 2010. Dari jumlah tersebut, 10 sekolah berada di Jawa Tengah.

Total siswa dari 267 sekolah yang tidak lulus itu mencapai 7.648 orang atau 0,50% dari total 1.522.156 peserta UN. ’’Sementara di tempat lain, ada 5.795 sekolah (35,17%) yang siswanya lulus 100%. Siswa yang tidak lulus berasal dari sekolah negeri maupun swasta,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (27/4).

Dari data Kemendiknas, ada 51 (19,10%) sekolah negeri yang tingkat kelulusannya hanya 0%. Siswa di sekolah negeri yang tidak lulus itu mencapai 2.602 orang.

Sedangkan di sekolah swasta, terdapat 216 sekolah atau 80,90% yang siswanya tidak lulus UN. Jumlah siswanya pun lebih banyak, yaitu mencapai 5.046 orang.

Terkait hasil tersebut, Kemendiknas akan intervensi terhadap sekolah-sekolah yang siswanya 100% tidak lulus dalam UN 2010. Menurut Mendiknas, intervensi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab ketidaklulusan siswa tersebut.
’’Sehingga, kami bisa melakukan tindakan-tindakan dalam rangka perbaikan. Hal itu agar tidak ada lagi siswa yang tidak lulus UN,î ujarnya.

Dari hasil pantauan Kemendiknas, jumlah siswa tidak lulus UN terbanyak terjadi di Kalimantan Timur yang mencapai 1.158 siswa di 39 sekolah. Untuk DKI Jakarta mencapai 143 siswa dari 10 sekolah. Jumlah tersebut hampir sama dengan sekolah di Jateng, yaitu 10 sekolah dan 149 siswa tidak lulus.
Ujian Ulangan Terpisah, Wakil Menteri Pendidikan, Fasli Djalal meminta peserta UN 2010 tingkat SMA dan sederajat yang dinyatakan tidak lulus untuk tidak larut dalam bayang-bayang kegagalan.

’’Lebih baik mempersiapkan diri untuk mampu menjawab soal di pelaksanaan UN Ulangan yang dijadwalkan 10-14 Mei mendatang,’’katanya usai menghadiri dalam peresmian RS Pendidikan Unpad di Bandung. Menurut dia, para siswa yang tidak lulus UN itu harus mengikuti ujian ulangan.

Dijelaskan, ujian susulan itu hanya berlaku bagi nilai mata pelajaran yang jatuh. Pihak sekolah diharapkan menyosialisasikan kegiatan ujian ulangan itu.
Terpisah, anggota Komisi X DPR-RI M Hanif Dakhiri menduga, penurunan tingkat kelulusan UN tahun ini disebabkan belum sesuainya materi UN dengan konteks pengajaran di sekolah.

Terjadi kesenjangan antara materi yang diujikan dengan materi yang diajarkan.
’’Konteks pengajaran di sekolah terkait erat dengan masalah mutu di setiap sekolah yang berbeda keadaannya. Seharusnya, materi UN yang sama diterapkan kepada sekolah dengan standar mutu yang sama pula,’’ujarnya.

Faktanya, lanjut dia, mutu sekolah tidak semuanya memenuhi standar, sementara materi UN sama. Dia melihat, terjadi kesenjangan yang boleh jadi mempengaruhi tingkat kelulusan dalam UN.

Jika hal itu adalah penyebabnya, menurut dia, perlu dilakukan evaluasi terhadap program pengembangan mutu setiap satuan pendidikan. ”Apakah sudah tepat sasaran atau belum? Perlu kajian lebih lanjut dari Kemendiknas untuk mencari sebab mendasar dari turunnya angka kelulusan UN tahun ini,” tegas sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI itu.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap masalah tersebut. Hal itu agar ada solusi yang lebih tepat untuk meningkatkan prestasi siswa, sekaligus memenuhi target nasional pemerintah. Dalam kesempatan itu, dia mendukung rencana pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap hasil UN tahun ini.(H28,dwi-61)

2 komentar:

  1. ikut sedih buat siswa yg ga lulus T__T

    BalasHapus
  2. Dengan realita tingkat kelulusan yang terhitung masih rendah seharusnya bisa menjadi cambuk bagi seluruh pihak untuk dapat memperbaiki diri agar kedepan dapat meningkatkan prestasi. Semoga sukses selalu pak ....

    BalasHapus

Komentarlah sebagai tanda persahabatan.

 

Dra. Endang Sudarsih

Dra. Endang Sudarsih
Kepala Sekolah 2016 - ...

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.
Kepala Sekolah 2009-2012

Drs. Suramlan

Drs. Suramlan
Kepala Sekolah 2003-2009

Drs. Wiyono

Drs. Wiyono
Kepala Sekolah 2012 - 2015

Sugiyan, S.Pd.

Sugiyan, S.Pd.
Wakil Kepala Kurikulum

Agus Tri Purwanto, S.Pd.

Agus Tri Purwanto, S.Pd.
Kepala Sekolah 2015-2016