5/12/2015

Metode Pembelajaran-Estib-SMPN 3 Bayat, Klaten, Ja-teng

Memilih metode pembelajaran untuk siswa benar-benar harus tepat agar siswa senang dan mau mempelajarai dengan ikhlas tanpa paksaan. Siswa belajar bukan karena akan ada tes atau ujian tetapi siswa belajar karena dorongan hati ingin meningkatkan kemampuan pada mata pelajaran tersebut.

Guru dituntut kreatif dan bijaksana untuk memahami kondisi psikologis siswa. menciptakan metode atau memilih metode sangat penting agar siswa tidak bosan dalam belajar. SMP Negeri 3 Bayat pada mata pelajaran kesenian selalu berkembang dan mnyesuaikan keinginan siswa dan keaadan jaman.

Guru Kesenian (ASIM SULISTYO) telah menciptakan beberapa lagu yang bisa menarik minat siswa untuk belajar gitar dan alat musik lainnya. Lagu diciptakan sesuai dengan keinginan siswa dan kondisi psikologisnya.

Pengalaman siswa dan keaadaan siswa dalam belajar bisa menjadi inspirasi untuk mencipta lagu. beberapa Inspirasi telah mebuahkan lagu antara lain "Nyontek", "Sampah" dan "Perpisahan". Tiga lagu ini merupakan masalah sosial yang banyak timbul pada diri siswa setiap harinya.

Lagu "Sampah" karena siswa buang sampah sembarangan, dengan harapan siswa lebih peduli dengan sampah. Lagu "Nyontek" diciptakan agar siswa belajar jujur dalam belajar dan dalam kehidupan sehari-hari, karena siswa banyak yang curang dalam Tes atau Ujian. Lagu "Perpisahan" diciptakan saat akan ada perpisahan antara kelas 3 yang sudah lulus dengan adik-adik kelasnya.

Semoga kreativitas guru seperti ini bisa memberikan inspirasi bagi guru-guru di Indonesia. 

Baca Selengkapnya...

5/02/2015

Siswa Peduli Sampah-SMPN 3 Bayat, KLaten, Ja-Teng

Siswa SMPN 3 Bayat diajarkan peduli sampah dengan memilah antara sampah Organik dan Un-Organik yang dibina oleh guru-guru yang peduli dengan kebersihan H. Subiman, S.Pd, Subari, S.Pd, Budi cahyana, S.Si, dan Asim Sulistyo, S.pd. Kegiatan dilaksanakan pada liburan May Day (1/5/15).
Pembelajaran secara aktual akan lebih optimal dan sekaligus sebagai pendidikan karakter.  Siswa dibuat kelompok-kelompok dan diberi tanggungjawab terhadap lingkungan dan keadaan sekitarnya. Setiap saat ada tim pemantau kebersihan yang terdiri dari unsur Siswa, Guru dan Karyawan.
(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten).








Baca Selengkapnya...

4/22/2015

HUT Kartini-Musik Orchestra, SMPN 3 Bayat Klaten, Ja-Teng


Musik Orchestra Upacara SMP Negeri 3 Bayat, Klaten, Ja-teng. Musik ini satu-satunya di Indonesia setiap upacara selalu menampilkan group musik Orchestra dengan 54 siswa sebagai pemainnya, 1 piano, 1 drum, 1, keyboard, 1, Biola, 20 pianika, 20 recorder, 4 gitar, 6 angklung.

Kemampuan siswa dalam bermain musik ini sebagai implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya. Seluruh siswa mampu memainkan gitar dengan baik, karena sekolah memiliki 25 gitar dan alat-alat musik lainnya. Ini menunjukan bahwa satu-satunya sekolah yang paling lengkap alat musiknya untuk wilayah Jawa-tengah. 

Pembelajaran dengan metode Contectual lebih efektif dan maksimal, tetapi harus didukung peralatan lengkap dan kemampuan guru dalam mengajar. Namun tidak kalh pentingnya, kepala sekolah dan pihak lain juga harus memberi dukungan, karena pada umumnya sekolah lebih mementingkan mata pelajaran nasional (Matematika, Bahasa Inggris, IPA dan Bahasa Indonesia) dari pada mata pelajaran kesenian.

(Asim Sulistyo guru Kesenian SMPN 3 Bayat)

Baca Selengkapnya...

3/20/2015

Irat Prasetyo-Cacat-Estib Post-SMPN 3 Bayat, Klaten



Dalam keterbatasan phisik, Irat Prasetyo sudah lebih dari 27 tahun tidak bisa berbuat apa-apa. Lelaki yang masa kecil terkena penyakit polio tersebut sejak bayi dirawat oleh kakeknya, karena Purwanti ibunya tidak mau merawatnya dan ayahnya sudah 30 tahun lebih merantau ke Merauke tidak pernah kembali.

Disamping invalid, Irat Prasetyo juga mengalami tuna rungu dan tidak bisa berbicara dengan baik. Sehari-hari hanya bisa duduk dan tidur. Apabila ingin bangun, kakeknya yang membangunkan, karena semua urat dan otot-otonya kaku terserang penyakit polio. Bahkan Irat Prasetyo tidak memakai celana karena kakinya kaku.

Irat Prasetyo yang lahir di Sumatra tersebut, tidak pernah dikunjungi ibunya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya di Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa-Tengah. Ayahnya yang kerja di Merauke sudah 30 tahun tidak pulang ke desanya menjenguk anaknya dan belum pernah memberikan biaya hidup untuk Irat Prasetyo. Semua biaya kebutuhan hidup dipenuhi oleh kakek dan neneknya sebagai petani.

Pemerintah Jepang melalui salah satu lembaga pernah memberikan bantuan kursi roda, namun Irat tidak bisa menggunakannya. Menurut kakeknya, pemerintah Indonesia belum pernah memberikan bantuan apapun “Pernah dapat bantuan kursi roda dari Jepang, tetapi kalau dari pemerintah Indonesia belum pernah dapat bantuan dalam bentuk apapun” kata kakeknya Irat Prasetyo kepada Tim Jurnalis Estib Post.

Pada hari Sabtu14 Maret 2015 Estib Post (Jurnalis SMP Negeri 3 Bayat, Klaten) melakukan peliputan dan memberikan bantuan sembako untuk Irat Prasetyo. Siswa diterjunkan ke masyarakat sebagai implementasi kurikulum 2013 agar siswa-siswi SMPN 3 Bayat mempunyai karakter yang kuat dan cerdas. Jurnalis Estib Post yang terdiri dari siswa-siswi SMPN 3 Bayat ini dibina oleh Budi Cahyana, S.Si dan Asim Sulistyo, S.Pd. Semoga kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah yang lain.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat,Klaten)


Baca Selengkapnya...

Nenek Buta Sandinem -Estib Post-SMPN 3 Bayat, Klaten

Merapikan dan menyambung benang sebagai bahan dasar untuk membuat kain lurik atau kain tenun merupakan kegiatan sehari-hari. Walaupun buta, nenek tersebut melakukan kebutuhan sehari-hari sendirian tanpa bantuan orang lain, baik itu mandi, mencuci, memasak dan membersihkan lingkungan rumah. 
Nenek yang bernama Sandinem mengalami kebutaan sejak dari lahir. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Sandinem buruh merapikan benang dengan penghasilan 1.250 rupiah setiap dua minggunya dan untuk makan sehari-hari ada bantuan pemerintah berupa beras 5 kg setiap bulannya. Sandinem yang tidak menikah tersebut tinggal sendirian di rumah keponakannya di Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa-Tengah. Keponakannya kerja di Bengkulu dan kedua saudaranya bertempat tinggal jauh dari kampung Sandinem. Namun semangat sandinem tidak pernah pudar untuk hidup dalam keterbatasan. 
Pada hari Sabtu 14 Maret 2015 Tim Estib Post (Jurnalis SMP Negeri 3 Bayat, Klaten) berkunjung untuk melakukan peliputan dan memberikan bantuan sembako. Dengan senang hati, Sandinem yang sudah berumur 60 tahun tersebut bercerita panjang lebar kepada Jurnalis Estib Post. Siswa-siswi SMPN 3 Bayat, Klaten diterjunkan ke masyarakat untuk memberikan pembelajaran dan pendidikan nyata. Kegiatan ini sebagai implementasi kurikulum 2013, agar siswa mempunyai karakter yang kuat dan cerdas. Jurnalis Estib Post beranggotakan siswa yang dibina oleh Budi Cahyana, S.Si dan Asim Sulistyo, S.Pd. 
 (Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten) 


Baca Selengkapnya...

 

Agus Tri Purwanto, S,Pd.

Agus Tri Purwanto, S,Pd.
Kepala Sekolah 2015...

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.
Kepala Sekolah 2009-2012

Drs. Suramlan

Drs. Suramlan
Kepala Sekolah 2003-2009

Drs. Wiyono

Drs. Wiyono
Kepala Sekolah 2012 - 2015

H. Subiman, S.Pd.

H. Subiman, S.Pd.
Wakil Kepala Kurikulum

Sobatku