9/09/2014

Parodi SERDADU ESTIB-SMPN 3 Bayat Klaten

Implementasi Kurikulum 2013 pendidikan karakter pada mata pelajaran Seni Teater paling diminati siswa khususnya siswa SMP Negeri 3 Bayat, Klaten. Pembelajaran Teater diberikan secara bebas, sehingga siswa bisa membuat naskah dan sekaligus menampilkan dalam bentuk pementasan yang actual. 
Kegiatan ini bisa terlaksana dengan maksimal atas dukungan semua pihak sekolah, terutama guru kesenian. Pembimbingan teater yang dilakukan oleh Asim Sulistyo, S.Pd. (guru kesenian) sudah menghasilkan beberapa cerita parodi yang di bikin video dan diunggah di dunia maya terutama Youtube. 
Pembuatan video ini tentu bisa memberikan semangat khusus bagi siswa untuk berlomba-lomba membuat parodi. Ini salah satu contoh parody siswa yang berjudul “SERDADU ESTIB”, Estib merupakan akronim dari SMPN 3 Bayat. 



Baca Selengkapnya...

Haornas-SMPN 3 Bayat Klaten



Jalan sehat menempuh lebih dari 10 Km. dilaksanakan oleh semua siswa, guru dan karyawan SMPN 3 Bayat dalam rangka memperingati Haornas (Hari Olah raga Nasional). Selasa 9 September 2014  dilaksanakan apel pagi dan dilanjutkan dengan jalan sehat.
“Badan yang sehat perlu dijaga agar kita bisa melaksanakan segala kegiatan untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya”, ungkap kepala sekolah Drs. Wiyono dalam apel pagi Haornas.
“Untuk bisa mencapai cita-cita harus dibarengi dengan olah raga yang cukup, makan bergisi dan taat beribadah. Kita olah raga tidak hanya di hari olah raga, tetapi harus menjaga kesehatan dengan olah raga yang cukup”, tambahnya.
Kegiatan ini di biombing oleh Subari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan didukung oleh semua guru dan karyawan. Pada apel pagi ditampilkan beberapa siswa yang berprestasi dalam bidang olah raga seperti Rika Devi yang menjuarai Karate tingkat Karesidenan Surakarta tahun 2014.
Estib-SMPN 3 Bayat sudah melaksanakan olah raga dengan rutin seminggu sekali dalam program “Juma’at Sehat”.






Baca Selengkapnya...

Pelantikan Osis Tahun 2014-SMPN 3 Bayat Klaten

Pelantikan pengurus OSIS masa bakti 2014-2015 Oleh Kepala Sekolah Drs. Wiyono dengan Wakil Kepala Kesiswaan Subari, S.Pd. Serah terima dari Ketua Osis lama Rika Devi ke Ketua Osis baru Delvi yang dilaksanakan pada hari senin 8 September 2014 yang digelar di Halaman utama SMP Negeri 3 Bayat.
"Pengurus Osis harus bisa memberikan kontribusi yang baik untuk sekolah dan bisa memajukan serta menjaga nama baik sekolah di dalam dan di luar sekolah. Pengurus merupakan perwakilan seluruh siswa dan mejadi contoh tauladan bagi siswa lainnya dan bagi masyarakat pendidikan", pesan kepala sekolah Drs. Wiyono dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Osis baru.




Baca Selengkapnya...

9/04/2014

Contoh Video Pembelajaran Kurikulum 2013-SMPN 3 Bayat Klaten

Video Pembelajaran Seni Budaya Seni Musik : Menggambar Chord atau Kunci Gitar Implementasi pembelajaran kurikulum 2013 cukup mudah dan sangat actual. Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa diajak berpikir dan mencurahkan hasil pemikirannya dalam bentuk nyata. Siswa dimotivasi untuk berani mengungkapkan pemikiran dengan maju kedepan kelas agar siswa berani mempertanggungjawabkan di depan guru dan teman-temannya. 
Ini video salah satu metode pembelajaran seni musik, siswa maju kedepan kelas untuk menggambar Chord Gitar sesuai denga pengalamannya. Dalam satu kelas hampir semua berebut kedepan tanpa canggung. Hal ini sebagai metode agar siswa punya keberanian mengungkapkan hasil pemikiran didepan umum. 
Walau banyak guru kesulitan mengajar dengan kurikulum 2013, tetapi tidak bagi guru Kesenian Estib-SMP Negeri 3 Bayat. Asim Sulistyo, S.Pd. sebagai guru kesenian sudah menerapkan metode seperti dalam video sejak tahun 1999 ketika mengajar di SMP Negeri 2 Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. 
Video pembelajaran ini tidak direkayasa, tetapi bener-bener nyata dan alamiah. Kalau ingin tahu lebih jauh silahkan dating ke SMPN 3 Bayat, Klaten atau buka www.smpn3bayat.com atau www.simbakri.blogspot.com
SMPN 3 Bayat mempunyai 540 siswa semua anak bisa memainkan alat musik, khususnya gitar. Dinding sekolah penuh dengan gambar-gambar Grafiti hasil karya siswa semua dengan tema Anti Korupsi. Anti narkoba, Anti Kekerasan dan tentang peningkatan Keimanan. 

Baca Selengkapnya...

Grafiti Anti Nakoba-Korupsi-SMPN 3 Bayat Klaten

 Siswa-Siswi ESTIB-SMP Negeri 3 Bayat menggambar GRAFITTY.
Implementasi pendidikan Karakter pada mata pelajaran seni budaya, siswa diajarkan untuk menggambar grafiti di dinding sekolah. Tema yang diajarkan menyangkut pendidikan karakter yaitu ANTI NARKOBA, ANTI KORUPSI, ANTI KEKERASAN DAN PENINGKATAN KEIMANAN.

Siswa mengerjakan grafiti secara kelompok yang diawali dengan diskusi pembuatan desain dan penerapan desain pada dinding. Tahun ajaran 2014-2015 telah tercipta 30 gambar yang seandainya dinilai dengan rupiah, satu gambar bernilai satu juta rupiah, berarti semua tidak kurang dari 30 juta rupiah. 

Setelah pembelajaran ini, diharapkan siswa bisa menuju masa depan yang terhindar dari jerat Narkoba, jerat korupsi dan menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan negara.

Kegiatan ini satu-satunya sekolah di Indonesia yang menerapkan pembelajaran seni budaya dengan menggambar grafiti di setiap tahunnya yang di bimbing oleh Asim Sulistyo, S.Pd. denga dukungan dari Drs. Wiyono sebagai kepala sekolah. 
Semoga ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Grafiti di Pompeii. Istilah graffiti berasal dari bahasa Latin, yaitu graphium/grafitto yang artinya menulis. Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini.. grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu. Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan. Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. 

• Bahasa rahasia kelompok tertentu. • Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial. • Sarana pemberontakan. • Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial. 









Baca Selengkapnya...

 

Drs. Wiyono (Kepala Sekolah 2012)

Drs Suramlan (Kep. Sek. 2003-2009)

Sugeng, S.Pd/Waka Kurikulum

Subiman, S.Pd. (Waka. Sarpras)

C. Anjar N, S.Pd. (Kep. Sek 2009-2012)

Sobatku