Klik Survey Semua Alumni Estib

8/22/2016

Grafitti Anti Narkoba-Anti Korupsi SMPN 3 Bayat Klaten 2016




Guru bagaikan seorang pemanah dan siswa sebagai anak panahnya.
Inilah konsep pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 3 Bayat (ESTIB), Klaten, Jawa-Tengah. Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pengalamannya dalam belajar melukis dengan bimbingan guru yang tidak diragukan lagi kemampuannya dalam mengajar kesenian.

Keprihatinan bangsa Indonesia yang begitu mendalam, dengan dihantui beredarnya Narkoba dan maraknya Koruptor disegala lapisan masyarakat, maka ESTIB memberikan pendidikan karakter pada Mata Pelajaran Seni Rupa melalui Gambar Grafitti dengan tema ANTI KORUPSI dan ANTI NARKOBA.

Kegiatan ini satu-satunya di Indonesia khususnya untuk tingkat SMP yang di laksanakan pada bulan Agustus 2016. Semua dinding sekolah bagian luar termasuk pagar sekolah, telah digambari graffiti oleh siswa. Lokasi yang telah digambari Grafitti mencapai panjang 177 meter,  tinggi 4 meter,  luas 459 meter dan jumlah obyek 143 gambar.

Gambar Grafiti dengan panjang dan tinggi seperti tersebut diatas, kiranya karya ini sebagai Grafiti ANTI NARKOBA dan ANTI KORUPSI TERPANJANG dan TERTINGGI di INDONESIA, walaupun belum pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), karena belum tahu caranya untuk bisa tercatat di MURI. Karya Grafitti ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat dan kegiatan ini pernah disiarkan secara Nasional oleh Radio Kanal KPK pada 15 Juni 2015.

Namun yang lebih utama adalah memberikan pendidikan karakter pada siswa, agar siswa kelak tidak menjadi Koruptor dan tidak terjerumus pada Narkoba.

Asim Sulistyo, S.Pd sebagai guru kesenian selalu memberikan motivasi dan inspirasi agar siswa jujur dimanapun berada dan menghindari Narkoba ataupun minuman keras dalam bentuk apapun.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten)





Baca Selengkapnya...

8/18/2016

Upacara HUT RI-71 Tahun 2016-Bayat, Klaten, Jawa-Tengah





Luar biasa dan mempesona. Pentas Orchestra group musik siswa SMP Negeri 3 Bayat, Klaten atau Estib, dalam gelaran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 di Lapangan Lemah Miring, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu pagi (17/8/2016).
Di kesempatan ini, orchestra Seni Musik Estib terdiri dari 61 pemain, terbagi 20 siswa pegang pianika, 18 recorder, 13 gitar, 1 piano, 1 drum, 1 biola, dan 1 keobor. Pendamping dan pembina seni musik dan budaya Estib, Asim Sulistyo SPd, kebagian jatah memainkan alat musik biola.
Penampilan Seni Musik Estib ini, menurut Camat Bayat Edy Purnomo SE, telah memberikan warna berbeda dan para peserta upacara juga merasakan aura postif dari lantunan lagu-lagu perjuangan sejumlah 20-an lagu.
Aksi grup seni musik Estib ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan sambil menanti kedatangan pasukan pengibar bendera (Paskibra), siswa didikan dan binaan Estib langsung membuat suasana lapangan Lemah Miring bagaikan panggung hiburan menarik.
Bahkan sejumlah guru dan kepala sekolah yang belum kenal dengan grup seni musik Estib, tanpa ragu, sebelum upacara dimulai, pada minta foto bersama atau selvinan, meskipun saat itu siswa Estib sedang memainkan alat musik.
“Memang kita akui, Estib ini telah berhasil memberikan satu nilai lebih dibanding sekolah lainnya. Kemampuan siswa dalam olah bakat seni musik, telah menjadikan satu motivasi tersendiri pada diri siswa meraih cita-cita. Dengan seni itu bisa mendorong siswa semakin giat dalam belajar. Terima kasih buat adik-adik siswa Estib, penampilan di HUT Kemderdekaan RI ke-71 ini semakin khidmat,” pesan Camat Bayat Edy Purnomo.
Para siswa Estib ini, dari pantauan redaksi, dibiasakan untuk cinta dan gemar dengan seni dan budaya. Tidak hanya seni musik, akan tetapi juga seni graffiti, melukis, seni tari, dan kegiatan lainnya. Juga ada kegiatan kepramukaan, ekstra biologi, palang merah remaja (PMI) dan tak kalah serunya ada komunitas siswa di bidang jurnalistik.
Karena mengetahui grup seni musik Estib tampil di lapangan Lemah Miring dalam HUT Kemerdekaan RI ke-71 ini, membuat puluhan guru Estib merapat dan mengikuti upacara yang digelar tingkat Kecamatan Bayat ini. Kehadiran para guru dalam upacara di lapangan Lemah Miring ini menjadi penyemangat siswa Estib dalam memainkan musik.
“Untuk siswa yang gemar jurnalistik, kita bentuk Estib Post, yang memang agendanya belajar nyoting seperti di televisi itu. Untuk acara upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI, baru kali ini Estib mendapat jatah tampil. Hebooh pokoknya, kita justru membuka diri agar sekolah lain juga bisa berkarya menghidupkan seni musik,” ujar Asim Sulistyo.
Wakil Kepala SMPN 3 Bayat Bidang Kesiswaan Subari SPd yang terlihat juga mengawal dan mendampingi siswa Estib di agenda HUT Kemerdekaan RI ini, merasakan syukur atas nikmat Allah SWT. Tanpa dukungan semua pihak, Estib tak ada apa-apanya dan tidak bisa maju seperti saat ini.
Karena jarak sekolah dengan lokasi upacara jauh, kisaran 6 Km, maka siswa Estib menuju lokasi lapangan menggunakan dua kereta kelinci dan datangnya lebih awal. Hal ini untuk mempermudah persiapan dan bisa pentas lebih awal.
“Selama ini tahunya warga tentang Estib itu hanya seni musik, sebenarnya banyak pontesi di Estib ini. Dan kita bersyukur, kali ini kita diberikan kesempatan tampil. Kita harapkan siswa Estib juga akan semakin tergugah dan giat belajar menggapai cita-cita,” pungkas Subari.
(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat Klaten)


Baca Selengkapnya...

8/08/2016

Prof. Agus Sukarno-UPN Yogyakarta-Pengajian Ahad Pagi


Implementasi pendidikan karakter, Estib secara rutin mengadakan pengajian Ahad Pagi agar karakter siswa menjadi makin kuat dan cerdas. Kegiatan yang dimotori oleh OSIS sudah berjalan selama lima tahun dan bekerjasama dengan beberapa lembaga dakwah di Jawa-Tengah dan Yogyakarta.

Minggu 7 Agustus 2016 Estib-SMPN 3 Bayat, Klaten mengadakan pengajian Ahad Pagi dengan menghadirkan Uztad Prof. Agus Sukarno dari UPN Yogyakrta. Pengajian diikuti seluruh siswa-siswi, guru dan karyawan. Kegiatan selama dua jam, dimulai pukul 06.00-08.00 Wib di halaman Estib. Agar siswa bisa mengikuti dengan baik, maka siswa diberi tugas untuk membuat rangkuman isi dari paparan Uztad.

“Dalam pengajian ini anak-anak harus mengikuti kegiatan dengan baik. Jangan sia-siakan waktu yang telah berjalan terus. Ikuti pengajian ini sebaik mungkin”, pesan H. Subiman, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah.

“Keimanan sebesar apapun akan hancur kalau sudah dirampas oleh kemalasan, kesombongan, ketidakjujuran  dan kekerasan. Sholat bisa menjaga dari segala perbuatan mungkar. Sholat bisa sebagai indikasi terbesar umat mendapatkan kebahagiaan di surga’, ungkap Agus Sukarno.

Menjaga sholat antara lain menjaga kekusukan, menjaga waktu, membaca dengan baik, tidak terburu-buru. Sholat tidak boleh ditinggalkan, meninggalkan sholat sama saja mengumbar hawa nafsu dengan menghalalkan segala cara. Iman menjadi lemah, hidup tak terkendali dan hidup sesuka sendiri tanpa aturan.
Baca Selengkapnya...

7/04/2016

Estib TV-Masjid Al-Aqsho-SMPN 3 Bayat Klaten Jawa-Tengah

Setelah 4 tahun menunggu, pembangunan Masjid Raya Klaten Al Aqsha akhirnya diresmikan. Anggaran APBD senilai 60 miliaar tersedot untuk membangun masjid yang akhir Desember 2015 telah rampung 100 %.

Acara peresmian Masjid Al Aqsha Klaten dikemas dalam acara tausiyah tasyakuran dengan pembicara mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Din Syamsudin, M.A, dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Agil  Siraj, M.A, Selasa (24/11/2015) malam.

Pembangunan Masjid Agung Klaten secara keseluruhan dibangun selama empat tahun anggaran mulai 2012 sampai 2015 dengan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Klaten sekitar Rp 60 miliar. Dengan perincian pembangunan tahap I tahun 2012 dana Rp 9,5 miliar, tahap II tahun 2013 Rp 27,9 miliar, tahap III tahun 2014 Rp 11,3 miliar dan tahap IV tahun 2015 dengan dana Rp 11,3 miliar.

Bupati Klaten, H. Sunarna, S.E, M.Hum, mengatakan, masjid menjadi simbul kerukunan dan kebersamaan. Masjid Al Aqsha pada Desember 2015 pembangunannya akan selesai 100% dan digunakan untuk beribadah seluruh umat Islam di Kabupaten Klaten.
"Kabupaten Klaten dikenal pluralistik dan kesantunan, semoga Masjid Al Aqsha ini memberikan yang terbaik dan memberi kebahagiaan seluruh masyarakat. Semoga Masjid Al Aqsha menjadi momentum untuk membangun rasa kebersamaan dan rasa persatuan seluruh masyarakat Kabupaten Klaten," paparnya.

Sementara Said Agil  Siraj dalam tausiyahnya mengatakan, ketidakharmonisan antar manusia biasanya disebabkan beda jabatan, kekayaan, partai politik, beda pilihan pada Pilkada atau juga karena intelektual namun, semua itu jangan sampai merusak kemanusiaan, keharmonisan dan merusak insaniyah.

Adapun Din Syamsudin mengungkapkan, di seluruh Indonesia baru di Klaten ada masjid diberi nama Masjid Al Aqsha yang artinya tertinggi atau terjauh. Semoga dengan kehadiran Masjid Al Aqsha mampu membawa peradaban masyarakat Klaten lebih tinggi.

Untuk itu, kata Din Syamsudin, agar semua komponen masyarakat Klaten khususnya para ulama untuk memperbaharui niat untuk mengembangkan Masjid Al Aqsha. Sehingga semakin banyak umat Islam yang beribadah di masjid ini.
Baca Selengkapnya...

6/17/2016

Festival Band Rota-SMPN 3 Bayat Klaten Jawa-Tengah



Estib Band berhasil meraih juara ke-3 dalam event Festival Band Pelajar SMP/MTs Se-Kabupaten Klaten dan Gunungkidul. Festival Band berlangsung pada hari kamis, 16 Juni 2016 di SMKN 1 Rota Bayat. SMKN 1 Rota Bayat sebagai penyelenggara, telah berhasil mengadakan Festival Band Pelajar yang pertama yang diikuti beberapa group band pelajar dari Klaten dan Gunungkidul.

Estib atau SMP Negeri 3 Bayat Klaten mengirimkan group band Rocker Sweet dan berhasil meraih juara ke-3. Group band terdiri dari Ocha sebagi Vokalis, Nurul pemain Drum, Susi pemegang gitar Bass, Ade Wiya dan Rezy pemain Gitar. Ocha dan Kawan-kawan menampilkan lagu “Gugur Bunag” dan “Indonesia Tanah Air Beta” yang telah di arransement mereka. “Band ini telah terbentuk sejak  dua tahun yang lalu dan sudah biasa tampil diberbagai festival dan parade band pelajar,”jelas Subari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Kesiswaan Estib.

Uniknya, Estib belum mempunyai alat musik band, tetapi tahun pelajaran 2015/2016 telah terbentuk 15 Group Band. Anak-anak band yang berjumlah 75 siswa, telah terorganisasi dalam kegiatan Ekstrakurikuler Musik. Latihan musik band di laksanakan setiap hari Sabtu dengan menyewa studio band milik warga dari pagi hingga sore hari..

Musik bagi anak Estib bukan sesuatu yang asing, karena hampir semua siswa bisa memainkan gitar dengan baik. Pembelajaran musik dengan pendekatan kontekstual dan sanggar seni Estib memiliki 29 gitar aqustik. “Kegiatan ekstrakurikuler musik inilah yang membuat siswa betah di sekolahan. Sehingga siswa terhindar dari hal-hal negative,” Ujar Agus Tri Purwanto, S.Pd. Kepala Sekolah Estib.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat Klaten)

Baca Selengkapnya...

 

Agus Tri Purwanto, S,Pd.

Agus Tri Purwanto, S,Pd.
Kepala Sekolah 2015...

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.
Kepala Sekolah 2009-2012

Drs. Suramlan

Drs. Suramlan
Kepala Sekolah 2003-2009

Drs. Wiyono

Drs. Wiyono
Kepala Sekolah 2012 - 2015

H. Subiman, S.Pd.

H. Subiman, S.Pd.
Wakil Kepala Kurikulum

Sobatku