3/20/2015

Irat Prasetyo-Cacat-Estib Post-SMPN 3 Bayat, Klaten



Dalam keterbatasan phisik, Irat Prasetyo sudah lebih dari 27 tahun tidak bisa berbuat apa-apa. Lelaki yang masa kecil terkena penyakit polio tersebut sejak bayi dirawat oleh kakeknya, karena Purwanti ibunya tidak mau merawatnya dan ayahnya sudah 30 tahun lebih merantau ke Merauke tidak pernah kembali.

Disamping invalid, Irat Prasetyo juga mengalami tuna rungu dan tidak bisa berbicara dengan baik. Sehari-hari hanya bisa duduk dan tidur. Apabila ingin bangun, kakeknya yang membangunkan, karena semua urat dan otot-otonya kaku terserang penyakit polio. Bahkan Irat Prasetyo tidak memakai celana karena kakinya kaku.

Irat Prasetyo yang lahir di Sumatra tersebut, tidak pernah dikunjungi ibunya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya di Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa-Tengah. Ayahnya yang kerja di Merauke sudah 30 tahun tidak pulang ke desanya menjenguk anaknya dan belum pernah memberikan biaya hidup untuk Irat Prasetyo. Semua biaya kebutuhan hidup dipenuhi oleh kakek dan neneknya sebagai petani.

Pemerintah Jepang melalui salah satu lembaga pernah memberikan bantuan kursi roda, namun Irat tidak bisa menggunakannya. Menurut kakeknya, pemerintah Indonesia belum pernah memberikan bantuan apapun “Pernah dapat bantuan kursi roda dari Jepang, tetapi kalau dari pemerintah Indonesia belum pernah dapat bantuan dalam bentuk apapun” kata kakeknya Irat Prasetyo kepada Tim Jurnalis Estib Post.

Pada hari Sabtu14 Maret 2015 Estib Post (Jurnalis SMP Negeri 3 Bayat, Klaten) melakukan peliputan dan memberikan bantuan sembako untuk Irat Prasetyo. Siswa diterjunkan ke masyarakat sebagai implementasi kurikulum 2013 agar siswa-siswi SMPN 3 Bayat mempunyai karakter yang kuat dan cerdas. Jurnalis Estib Post yang terdiri dari siswa-siswi SMPN 3 Bayat ini dibina oleh Budi Cahyana, S.Si dan Asim Sulistyo, S.Pd. Semoga kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah yang lain.

(Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat,Klaten)


Baca Selengkapnya...

Nenek Buta Sandinem -Estib Post-SMPN 3 Bayat, Klaten

Merapikan dan menyambung benang sebagai bahan dasar untuk membuat kain lurik atau kain tenun merupakan kegiatan sehari-hari. Walaupun buta, nenek tersebut melakukan kebutuhan sehari-hari sendirian tanpa bantuan orang lain, baik itu mandi, mencuci, memasak dan membersihkan lingkungan rumah. 
Nenek yang bernama Sandinem mengalami kebutaan sejak dari lahir. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Sandinem buruh merapikan benang dengan penghasilan 1.250 rupiah setiap dua minggunya dan untuk makan sehari-hari ada bantuan pemerintah berupa beras 5 kg setiap bulannya. Sandinem yang tidak menikah tersebut tinggal sendirian di rumah keponakannya di Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa-Tengah. Keponakannya kerja di Bengkulu dan kedua saudaranya bertempat tinggal jauh dari kampung Sandinem. Namun semangat sandinem tidak pernah pudar untuk hidup dalam keterbatasan. 
Pada hari Sabtu 14 Maret 2015 Tim Estib Post (Jurnalis SMP Negeri 3 Bayat, Klaten) berkunjung untuk melakukan peliputan dan memberikan bantuan sembako. Dengan senang hati, Sandinem yang sudah berumur 60 tahun tersebut bercerita panjang lebar kepada Jurnalis Estib Post. Siswa-siswi SMPN 3 Bayat, Klaten diterjunkan ke masyarakat untuk memberikan pembelajaran dan pendidikan nyata. Kegiatan ini sebagai implementasi kurikulum 2013, agar siswa mempunyai karakter yang kuat dan cerdas. Jurnalis Estib Post beranggotakan siswa yang dibina oleh Budi Cahyana, S.Si dan Asim Sulistyo, S.Pd. 
 (Estib Post-Jurnalis SMPN 3 Bayat, Klaten) 


Baca Selengkapnya...

3/12/2015

Jurnalis Estib Post Bagi-Bagi Sembako



Agar terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif, Estib tetap eksis mengadakan ekstrakurikuler Jurnalistik. Tahun ini terdaftar anggota baru dari kelas VII sejumlah 25 siswa. Kegiatan utama pertemuan rutin setiap Kamis sore di kantor redaksi Estib Post SMP Negeri 3 Bayat, Jalan Ki Hadjar Dewantara No. 1, Desa Wiro, Kecamatan Bayat.

Pertemuan rutin untuk memberikan pembinaan ketrampilan dalam beberapa hal antara lain : pencarian obyek, peliputan, pemotretan, pembuatan video, pelatihan penulisan berita, pembuatan desain bulletin dan publikasi. Tim Pembina Jurnalistik digawangi oleh Budi Cahyana, S.Si, Romy Fitriyanta, S.Pd.

Sebagai implementasi pendidikan karakter, pada bulan ini Jurnalistik Estib Post di terjunkan meliput masyarakat  dengan berbagai permasalahannya.

Jum’at6 Maret 2015, Jurnalis telah meliput Noyo Samino yang tinggal sebatang kara di gubuk reot dari bambu dengan ukuran kurang lebih 3 x 4 meter. Nenek tua renta ini sudah tidak bisa bekerja, karena berumur lebih dari 80 tahun. Anak satu-satunya bekerja merantau ke Yogyakarta dan datang menjenguk setahun sekali, setiap Lebaran Idhul Fitri. Nenek empat cucu ini mendapatkan makan dari bantuan masyarakat sekitar Dusun Bayemrejo, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Dengan senang hati Noyo Samino diliput dan sekaligus Jurnalis Estib Post memberikan bantuan sembako.

Sabtu7 Maret 2015, Jurnalis Estib Post meliput pengrajin tahu di Dusun Ngasinan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Tim Jurnalis mengadakan peliputan proses pembuatan tahu. Mulai dari awal persiapan bahan baku sampai pemrosesan menjadi tahu, semua terekam jurnalis melalui wawancara dan perekaman video. Sebagai pengrajin tahu, Siswanto dan Istrinya sangat bangga dan dengan semangat memberikan penjelasan kepada Jurnalis Estib Post.

“Kami sangat bangga selaku Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 3 Bayat, karena siswa-siswi Estib sangat kreatif dalam berbagai kegiatan, karena tidak semua sekolah mempunya jurnalis. Semoga kegiatan ini bisa memberikan isnpirasi bagi sekolah-sekolah lain agar calon pemimpin bangsa ini terhindar dari perbuatan yang merusak moral”, Jelas Subari, S.Pd. Wakil Kepala Kesiswaan Estib.





Baca Selengkapnya...

2/28/2015

Popda Karate Klaten 2015-SMPN 3 Bayat, Klaten



DinasKebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Klaten menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2015. Popda tahun ini digelar 14 cabang olahraga yang diikuti pelajar SD, SMP dan SMA/SMK sederajat.

Untuk pertama kalinya Estib (SMPN 3 Bayat) mengikuti Popda dengan mengirimkan atlit karateka dari berbagai kelas pertandingan. Cabang karate digelar di GOR Gelarsena Klaten selama dua hari 26 – 27 Pebruari 2015. Atlit Karateka Estib berhasil mendulang 3 perunggu. Karateka tersebut adalah Tri Surahmi untuk kelas -40 putri, Anggita untuk kelas -50 putri dan Ryko Pramudya untuk kelas -50 putra.

“Walaupunkarateka Estib belum bisa menyumbangkan medali Emas, namun prestasi ini sangat membanggakan. Inkai Ranting Estib baru satu tahun berdiri, tetapi tahun lalu atlit-atlit karate berhasil mendulang medali perak dan perunggu di Tingkat Karesidenan Surakarta atas nama Rika Devi dan Ryko Pramudya”, ujar Agus Tri Purwanto yang baru dua bulan menjabat kepala sekolah Estib.

“KegiatanEsktrakurikuler karate bukan sekedar mencari juara, tetapi yang lebih utama adalah agar siswa mempunyai karakter yang kuat, cerdas dan berbadan sehat”, imbuhnya.

Meskipun baru pertama kali mengikuti Popda Karate, Estib mengirimkan 17 karateka terdiri dari 12 putra dan 5 putri, semua terjun pada cabang Kumite. “Ajang gelar karate ini sangat penting untuk memberikan pengalaman bagi karateka pemula. Bagi yang belum pernah bertanding, Popda ini merupakan kesempatan emas untuk menguji mental bagi siswa-siswi Estib agar di kesempatan lain sudah tidak canggung lagi dalam bertanding”, jelas H. Subiman, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Estib yang juga turut serta mendampingi karateka Estib di GOR Gelarsena Klaten.

EkstrakurikulerBeladiri Inkai dibawah naungan Forki ini dilaksanakan setiap selasa dibawah pelatih Sempai Bambang Sutadi dan Sempai Isnan. “Apapun yang terjadi, karateka Estib harus tetap semangat. Walaupun belum bisa meraih juara satu, karateka-karateka Estib harus tetap berlatih untuk meningkatkan kemampuan”, pesan Sempai Bambang menanggapi hasil Estib dalam mengikuti Popda Karate.
 
NB : Oshinabu :Pantang Menyerah.
Baca Selengkapnya...

2/23/2015

Jambore Kwarcab Klaten-SMP Negeri 3 Bayat, Klaten

“Enam belas Siswa Estib-SMPN 3 Bayat yang terdiri 8 Penggalang Putra dan 8 penggalang Putri mengikuti ajang Jambore Penggalang Kwarcab Klaten untuk melatih ketrampilan, disiplin. Gotong-royong, Wawasan Nusantara dan Tanggunjawab terhadap NKRI”, ujar Murni, S.Pd. Kepala Gudep Estib. "Jambore dilaksanakan mulai tanggal 22 – 23 Peberuari 2015 di lapangan Dodiklatpur, Depo, Wedi, Klaten". tambahnya.
Dalam rangka memperingati Hari Bodden Powel setiap 22 Pebruari. Kwarcab Klaten gelar Jambore tinggkat penggalang di Dodiklatpur, Depo, Klaten. Peserta Jambore sekitar 800 anak yang tergabung dalam 48 Gugus Depan dan 87 regu putra-putri SMP/MTs dan sederajat Se-Kabupaten Klaten. 
Ketua panitiya Win Porwoko menjelaskan bahwa Jambore diikuti tiap regu terdiri dari 8 putra dan 8 putri penggalang, dalam jambore ini juga diadakan berbagai lomba antara lain Lomba Cepat Tepa Pramuka (LCTP), Hasta karya, Wide Game, Pentas seni dan memasak khusu bagi pendamping. Selain itu peserta juga diajak mengunjungi tempat-tempat wisata di Candi Plaosan, Candi Sojiwan yang belum banyak diketahui wisatawan. Harapannya masyarakat agar lebih mengenal dan menghargai warisan budaya bangsa Indonesia yang berada di Kabupaten Klaten. 







Baca Selengkapnya...

 

Agus Tri Purwanto, S,Pd.

Agus Tri Purwanto, S,Pd.
Kepala Sekolah 2015...

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.

C. Anjar Nawangsih, S.Pd.
Kepala Sekolah 2009-2012

Drs. Suramlan

Drs. Suramlan
Kepala Sekolah 2003-2009

Drs. Wiyono

Drs. Wiyono
Kepala Sekolah 2012 - 2015

H. Subiman, S.Pd.

H. Subiman, S.Pd.
Wakil Kepala Kurikulum

Sobatku